Visa Tinggal Terbatas

UMUM

1. Visa Tinggal Terbatas diberikan untuk melakukan kegiatan:
    a. Dalam rangka bekerja; dan
    b. Tidak untuk bekerja.

2. Kegiatan dalam rangka bekerja meliputi:

      a. Sebagai tenaga ahli;

      b. Bergabung untuk bekerja di atas kapal, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan

          nusantara, laut teritorial, atau landas kontinen, serta Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia;

      c. Melaksanakan tugas sebagai rohaniawan;

      d. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi dengan menerima bayaran;

      e. Melakukan kegiatan dalam rangka pembuatan film yang bersifat komersial dan telah mendapat izin dari

          instansi yang berwenang;

       f. Melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi;

      g. Melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia;

      h. Melayani purnajual;

       i. Memasang dan mereparasi mesin;

       j. Melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi;

      k. Mengadakan pertunjukan kesenian, musik, dan olah raga;

       l. Mengadakan kegiatan olahraga profesional;

      m. Melakukan kegiatan pengobatan; dan

       n. Calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka uji coba keahlian.

      

3. Kegiatan tidak untuk bekerja meliputi:

    a. Penanam modal asing.

    b. Mengikuti pelatihan dan penelitian ilmiah;

    c. Mengikuti pendidikan;

    d. Penyatuan keluarga;

    e. Repatriasi; dan

     f. Wisatawan lanjut usia mancanegara.

4. Kegiatan tidak dalam rangka bekerja sebagaimana dimaksud pada point 3 huruf d meliputi :

    a. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri yang warga negara Indonesia;

    b. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin

        Tinggal Tetap;

    c. Anak hasil perkawinan yang sah antara Orang Asing dengan warga negara Indonesia;

    d. Anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin secara sah

        dengan warga negara Indonesia; dan

    e. Anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan

        orang tuanya pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap.


5. Visa Tinggal Terbatas dapat diberikan kepada Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam point 2 dan point 3

    huruf a dan b, pada saat kedatangan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu.

6. Visa Tinggal Terbatas sebagaimana dimaksud pada point 5 tersebut diatas merupakan Visa Tinggal Terbatas

    Saat Kedatangan yang diberikan untuk tinggal dalam rangka bekerja untuk waktu paling lama 1 (satu) bulan.

7. Permohonan Visa Tinggal Terbatas Saat Kedatangan tersebut harus diajukan oleh Penjamin.

8. Visa Tinggal Terbatas Saat Kedatangan dapat diberikan setelah permohonan disetujui oleh Direktur Jenderal

    Imigrasi.

9. Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.



PERSYARATAN

1. Permohonan Visa tinggal terbatas diajukan oleh Orang Asing atau Penjamin kepada Menteri atau Pejabat

    Imigrasi yang ditunjuk dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan persyaratan:

    a. Surat penjaminan dari Penjamin;

    b. Fotokopi Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku :

        1. Paling singkat 12 (dua belas) bulan bagi yang akan melakukan pekerjaan di Wilayah Indonesia untuk

            waktu paling lama 6 (enam) bulan;

        2. Paling singkat 18 (delapan belas) bulan bagi yang akan melakukan pekerjaan atau tinggal di Wilayah

            Indonesia untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun; atau

        3. Paling singkat 30 (tiga puluh) bulan bagi yang akan melakukan pekerjaan atau tinggal di Wilayah

            Indonesia untuk waktu paling lama 2 (dua) tahun.

    c. Bukti memiliki biaya hidup bagi dirinya dan/atau keluarganya selama berada di Wilayah Indonesia; dan

    d. Pasfoto berwarna.

2. Selain melampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud pada point (1), bagi:

    a. Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam bahasan umum Point (2) dan point (3) huruf a dan huruf b, juga

        harus melampirkan surat rekomendasi dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait sesuai dengan

        ketentuan peraturan perundang-undangan;

    b. Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia juga harus melampirkan fotokopi akta

        perkawinan atau buku nikah;

    c. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin

        Tinggal Tetap juga harus melampirkan fotokopi akta perkawinan atau buku nikah; 

    d. Anak hasil perkawinan yang sah antara Orang Asing dengan warga negara Indonesia juga harus 

        melampirkan:

        1. Fotokopi akta kelahiran; 

        2. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;

        3. Fotokopi kartu tanda penduduk ayah atau ibu Warga Negara Indonesia yang masih berlaku; dan

        4. Fotokopi kartu keluarga ayah atau ibu Warga Negara Indonesia.

    e. Anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin secara sah

       dengan Warga Negara Indonesia juga harus melampirkan :

       1. Fotokopi akta kelahiran;

       2. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;

       3. Fotokopi kartu tanda penduduk ayah atau ibu Warga Negara Indonesia yang masih berlaku; dan

       4. Fotokopi kartu keluarga ayah atau ibu Warga Negara Indonesia.

    f. Anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang

       tuanya pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap juga harus melampirkan :

       a. Fotokopi akta kelahiran; 

       b. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua; dan

       c. Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas atau Kartu Izin Tinggal Tetap orang tua yang masih berlaku.

    g. Orang Asing dalam rangka repatriasi juga harus melampirkan bukti pernah menjadi warga negara Indonesia.

   
PROSEDUR

1. Pejabat Imigrasi yang ditunjuk memeriksa persyaratan permohonan dan menyampaikan hasil pemeriksaan

    kepada Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk untuk memperoleh persetujuan.

2. Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk menerbitkan dan menyampaikan surat persetujuan pemberian Visa

    Tinggal Terbatas kepada Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada Perwakilan Republik Indonesia.

3. Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada Perwakilan Republik Indonesia menerbitkan Visa tinggal terbatas dalam

    waktu paling lama 4 (empat) hari kerja sejak diterimanya surat persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas

    dan dilakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Dalam hal pada Perwakilan Republik Indonesia belum ada Pejabat Imigrasi, pemberian Visa Tinggal Terbatas

    dilaksanakan oleh Pejabat Dinas Luar Negeri.

5. Pejabat Dinas Luar Negeri terlebih dahulu mendapatkan pengetahuan melalui pelatihan di bidang Keimigrasian.