IZIN TINGGAL TERBATAS

PERSYARATAN DAN TATA CARA PERMOHONAN, PEMBERIAN, JANGKA WAKTU

DAN PERPANJANGAN IZIN TINGGALTERBATAS


1. Izin Tinggal Terbatas diberikan kepada:

    a. Orang Asing yang masuk Wilayah Indonesia dengan Visa Tinggal Terbatas;

    b. Anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Terbatas;

    c. Orang Asing yang diberikan alih status dari Izin Tinggal Kunjungan;

    d. Nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di

        wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

    e. Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia; atau

     f. Anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia.

2. Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point (1) huruf a dan huruf c, meliputi :

     a. Orang Asing dalam rangka penanaman modal;

     b. Bekerja sebagai tenaga ahli;

     c. Melakukan tugas sebagai rohaniawan;

     d. Mengikuti pendidikan dan pelatihan;

     e. Mengadakan penelitian ilmiah;

     f.  Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas;

     g. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang

         mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia;

     h. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal

         Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;

     i.  Orang Asing eks Warga Negara Indonesia; dan

     j. Wisatawan lanjut usia mancanegara.

3. Permohonan Izin Tinggal Terbatas diajukan oleh Orang Asing atau Penjaminnya kepada Kepala Kantor Imigrasi atau

    Pejabat Imigrasi yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing bersamaan dengan

    permohonan Izin Masuk Kembali / Re-Entry Permit ( Berlaku terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2014 ).

4. Permohonan Izin Tinggal Terbatas diajukan dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan persyaratan :

   a. Bagi anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Terbatas, meliputi :

       1. Surat penjaminan dari Penjamin;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Fotokopi akta kelahiran;

       4. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah dari orang tua;

       5. Fotokopi Paspor Kebangsaan ayah dan/atau ibu yang sah dan masih berlaku; dan

       6. Fotokopi Izin Tinggal terbatas ayah dan/atau ibu yang masih berlaku.

   b. Bagi Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia meliputi :

       1. Surat permohonan dari suami atau istri yang warga negara Indonesia;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat keterangan domisili;

       4. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah;

       5. Fotokopi surat bukti pelaporan perkawinan dari kantor catatan sipil untuk pernikahan yang dilangsungkan di luar

           negeri;

       6. Fotokopi kartu tanda penduduk suami atau istri Warga Negara Indonesia yang masih berlaku; dan

       7. Fotokopi kartu keluarga suami atau istri yang Warga Negara Indonesia.

   c. Bagi anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia

       yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin, meliput i:

       1. Surat permohonan dari ayah dan/atau ibu yang Warga Negara Indonesia;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat keterangan domisili;

       4. Fotokopi akta kelahiran;

       5. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;

       6. Fotokopi kartu tanda penduduk ayah atau ibu Warga Negara Indonesia yang masih berlaku; dan

       7. Fotokopi kartu keluarga ayah atau ibu yang Warga Negara Indonesia.

   d. Bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point 2 huruf a sampai dengan huruf e, meliputi :

       1. Surat penjaminan dari Penjamin;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat keterangan domisili; dan

       4. Surat rekomendasi dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait.

   e. Bagi anak berkewarganegaraan asing yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia

       meliputi :

       1. Surat permohonan dari ayah dan/atau ibu yang Warga Negara Indonesia;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat keterangan domisili;

       4. Fotokopi akta kelahiran;

       5. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;

       6. Fotokopi kartu tanda penduduk ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia yang masih berlaku; dan

       7. Fotokopi kartu keluarga ayah dan/atau ibu yang Warga Negara Indonesia.

   f.  Bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan

       ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap, meliputi :

       1. Surat penjaminan dari Penjamin;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat keterangan domisili;

       4. Fotokopi akta kelahiran;

       5. Fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;

       6. Fotokopi Paspor Kebangsaan ayah dan/atau ibu yang sah dan masih berlaku; dan

       7. Fotokopi Izin Tinggal terbatas ayah dan/atau ibu yang sah dan masih berlaku.

   g. Bagi Orang Asing eks Warga Negara Indonesia, meliputi :

       1. Surat penjaminan dari Penjamin;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat keterangan domisili; dan

       4. Bukti yang menunjukkan pernah menjadi warga negara Indonesia.

   h. Bagi wisatawan lanjut usia mancanegara, meliputi :

       1. surat penjaminan dari biro perjalanan wisata yang mempunyai izin operasional sesuai dengan ketentuan

           peraturan perundang-undangan;

       2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;

       3. Surat pernyataan mengenai tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di Indonesia

           dari lembaga dana pensiun atau bank di Negara asalnya ataupun di Indonesia;

       4. Polis asuransi kesehatan, asuransi kematian, dan asuransi tanggung jawab hukum kepada

           pihak ketiga di bidang perdata;

       5. Pernyataan secara tertulis untuk tinggal di sarana akomodasi yang tersedia selama di

           Indonesia, baik yang diperoleh dengan cara sewa, sewa beli atau pembelian; dan

       6. Surat pernyataan mempekerjakan tenaga kerja informal Warga Negara Indonesia.

5. Permohonan harus diajukan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak Tanda Masuk diberikan.

6. Dalam hal permohonan Izin Tinggal terbatas tidak diajukan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada point (5)

    dikenai biaya beban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

7. Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk memeriksa persyaratan.

8. Dalam hal pemeriksaan persyaratan sebagaimana dimaksud pada point (7) telah terpenuhi dan telah dilakukan

    pengambilan foto, Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dalam waktu paling lama 4 (empat)

    hari kerja menerbitkan Izin Tinggal Terbatas.

9. Permohonan Izin Tinggal terbatas bagi nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung,

    atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan

    peraturan perundang-undangan diajukan oleh Penjamin kepada Direktur Jenderal atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk.

10. Permohonan sebagaimana dimaksud pada point (9) dapat diajukan sebelum atau sesudah memasuki wilayah perairan

      Indonesia.

11. Permohonan yang diajukan sebelum memasuki wilayah perairan Indonesia diajukan dengan

       melampirkan syarat:

       a. Surat penjaminan dari Penjamin;

       b. Daftar awak kapal yang ditandatangani oleh nakhoda;

       c. Fotokopi paspor; dan

       d. Surat keterangan dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait.

12. Permohonan yang diajukan sesudah memasuki wilayah perairan Indonesia diajukan dengan

       melampirkan syarat :

       a. Surat penjaminan dari Penjamin;

       b. Daftar awak kapal yang ditandatangani oleh nakhoda dan diketahui oleh Pejabat Imigrasi

           di Tempat Pemeriksaan Imigrasi;

       c. Fotokopi paspor yang telah diberikan Tanda Masuk; dan

       d. Surat keterangan dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait.

13. Dalam hal permohonan diajukan sesudah memasuki wilayah perairan Indonesia, diajukan paling

       lama 30 (tiga puluh) hari sejak Tanda Masuk diberikan.

14. Dalam hal permohonan Izin Tinggal Terbatas tidak diajukan dalam jangka waktu sebagaimana

       dimaksud pada point (13), dikenai biaya beban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

       undangan.

15. Dalam hal persyaratan terpenuhi, Direktur Jenderal atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk

       memberikan persetujuan penerbitan Izin Tinggal terbatas.

16. Nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang

       beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan

       perundang-undangan yang telah mendapatkan persetujuan penerbitan Izin Tinggal terbatas

       harus melapor kepada Kepala Kantor Imigrasi yang membawahi wilayah kerja yang bersangkutan

       untuk mendapatkan teraan Izin Tinggal terbatas.

17. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian Izin Tinggal terbatas bagi nakhoda, awak kapal,

      atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan

      dan wilayah yurisdiksi Indonesia diatur dengan Peraturan Menteri.

18. Izin Tinggal terbatas diberikan untuk waktu paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang.

19. Setiap kali perpanjangan diberikan paling lama 2 (dua) tahun dengan ketentuan keseluruhan

      Izin Tinggal di Wilayah Indonesia tidak lebih dari 6 (enam) tahun.

20. Izin Tinggal terbatas juga dapat diberikan kepada Orang Asing untuk melakukan pekerjaan, dalam

      waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari dan dapat diperpanjang.

21. Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas sebagaimana dimaksud pada point (20) diberikan paling lama

      30 (tiga puluh) hari dengan ketentuan keseluruhan Izin Tinggal di Wilayah Indonesia tidak lebih dari

      180 (seratus delapan puluh) hari.

22. Izin Tinggal Terbatas bagi pemegang Visa Tinggal Terbatas Saat Kedatangan diberikan untuk waktu

      paling lama 30 (tiga puluh) hari.

23. Izin Tinggal Terbatas bagi pemegang Visa Tinggal Terbatas Saat Kedatangan tidak dapat diperpanjang.

24. Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara permohonan serta jangka waktu penerbitan Izin Tinggal

      Terbatas berlaku juga bagi Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas.

25. Selain memenuhi persyaratan, untuk perpanjangan Izin Tinggal terbatas juga harus melampirkan Kartu

      Izin Tinggal Terbatas yang lama.