Informasi Keimigrasian






Pengadaan Barang/Jasa

none

Jakarta (24/08/2015). Selama kurun waktu bulan Januari-Agustus 2015, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur sudah melakukan proses hukum (Pro Justitia) terhadap 7 WNA. WNA tersebut terdiri dari 4 WN Nigeria dan 3 WN Tiongkok. Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Komang Trisna Diatmika mengatakan WNA tersebut pada umumnya tidak memiliki dokumen perjalanan seperti paspor dan visa. Hal tersebut melanggar Pasal 116 Undang-Undang RI No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Namun ada juga yang menyalahgunakan ijin tinggal dan tidak melaporkan perubahan alamat. Oleh karena itu, kepada WNA tersebut harus diproses secara hukum (Pro Justitia) sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia agar memberikan efek jera.

Poto1

Semakin menjamurnya apartemen di Jakarta Timur, membuat sebagian besar WNA lebih memilih tinggal di apartemen yang disewa dari pemilik apartemen yang menyewakan apartemennya tanpa sepengetahuan pengelola. Oleh karena itu apartemen dianggap tempat yang paling strategis bagi WNA illegal untuk bersembunyi. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur untuk lebih intensif melakukan pengawasan dan penindakan terhadap WNA illegal di wilayah kerjanya.

Dalam melakukan pengawasan WNA Ilegal, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur tidak bisa bekerja sendiri. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Agato P.P Simamora menghimbau masyarakat dan pengelola apartemen yang mencurigai adanya aktifitas WNA di lingkungannya untuk segera melaporkan ke Kantor Imigrasi. “Selain itu juga dibutuhkan sinergi antar instansi terkait, seperti Kepolisian, Kejaksaan Negeri dan Kodam Jaya,” Agato menambahkan. Dengan peran aktif masyarakat dan sinergi dengan instansi terkait diharapkan penegakan hukum terhadap pelanggaran keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur bisa terwujud. (jm)

Jakarta (24/08/2015). Dalam rangka menyatukan sinergi antar instansi terkait dengan pengawasan orang asing, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur telah mengadakan Rapat Dalam Kantor (RDK) Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) pada hari Senin, 04 Mei 2015 bertempat di Ruang Rapat Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur.

Poto1

Rapat ini diikuti oleh Perwakilan anggota TIMPORA Kota Administrasi Jakarta Timur, Pejabat/pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta dan Perwakilan Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta. TIMPORA Kota Administrasi Jakarta Timur berasal dari Kejaksaan Negeri, Kodam Jaya dan Polres Jakarta Timur.

 Dalam sambutannya Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Agato P.P Simamora mengatakan bahwa dalam rangka tahun penegakan hukum yang dicanangkan oleh Ditjen Imigrasi akan dilaksanakan Operasi Bhumi Pura Wira Wibawa untuk melakukan pengawasan terhadap keberadaan serta kegiatan orang asing. Oleh karena itu Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur direncanakan akan melaksanakan Operasi Bumi Pura Wira Wibawa pada tanggal 05-07 Mei 2015 dengan target Operasi Apartemen, hotel, dan pasar yang ada di wilayah Jakarta Timur. Dalam hal pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi ingin tiap-tiap instansi berjalan sinergi guna mencapai hasil yang maksimal. Beliau berharap kerjasama yang baik antar instansi tanpa mengurangi kewenangan yang dimiliki oleh tiap-tiap instansi tersebut.

Perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menyambut baik pelaksaanaan operasi ini guna menertibkan keberadaan orang asing dan akan berpartisipasi serta mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan Kodam Jaya dan Polres Jakarta Timur. Bahkan Kodam Jaya siap memberikan bantuan personil apabila diperlukan. Sedangkan perwakilan Polres Jakarta Timur lebih menekankan Peranan Polri dalam hal penyidikan tindak pidana terhadap orang asing tidak dapat dikesampingkan, karena kalau menyangkut tindak pidana umum institusi Polri lah yang berhak untuk melakukan penyidikan. (jm)

Jumat, 04 September 2015 10:49

KUNJUNGAN STAF KHUSUS MENTERI

Jakarta (21/08/2015). Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur mendapat kunjungan pada tanggal 12 Agustus 2015 dari Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI, M. Nurdin, didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta, DR. Mardjoeki, Bc.IP., M.Si, beserta Jajaran. Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Kantor dan seluruh jajaran staf Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Upacara penyambutan kedatangan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI langsung dipimpin oleh Bapak Kepala Kantor (Agato P.P Simamora) dengan Kasubsi Pengawasan (Indra Maulana Dimyati) sebagai komandan upacara penyambutan.

Poto1
Upacara Penyambutan Staf Khusus Menteri

Secara garis besar, tujuan kunjungan ini adalah sebagai monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Imigrasi dalam hal pelayanan, pengamanan, dan pengelolaan. Bapak Kepala Kantor secara terbuka mengajak rombongan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI beserta Kepala Kantor Wilayah dan rombongan berkeliling melihat situasi dan kondisi yang terdapat di sekitar wilayah Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, mulai dari pintu gerbang utama sampai ke setiap ruangan-ruangan pelayanan. Sambil berjalan melihat setiap ruangan, Bapak Kepala Kantor menjelaskan keadaan kantor yang sedang dalam tahap renovasi. Selain itu juga memberikan penjelasan mengenai beberapa aplikasi yang dapat membantu pemohon dalam hal memberikan informasi mengenai Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur dan aplikasi yang memberikan kemudahan kepada pemohon dalam mengetahui alur layanan Permohonan Paspor RI.

Poto2
Pemaparan Laporan Hasil Kegiatan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur

Puncaknya, Bapak Kepala Kantor menjelaskan segala bentuk kegiatan dan laporan pertanggungjawaban Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur yang dituangkan dalam buku-buku laporan yang sudah disusun berdasarkan kegiatan per bagian. Hal ini sebagai bentuk nilai Akuntabilitas dalam pekerjaannya sebagai pimpinan tertinggi di kantor.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat memacu semangat Pelayanan Prima dalam meningkatan kualitas pelayanan dibidang keimigrasian.

Senin 17 Agustus 2015, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara ini diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Dalam upacara yang bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Agato P.P. Simamora. Dalam sambutannya, Kepala Kantor membacakan sambutan dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly.

Poto1


Isi sambutan tersebut diantaranya diungkapkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan tidaklah didapatkan dengan cuma-cuma. Berbagai pengorbanan telah dipertaruhkan, tak ada gelisah apalagi keluh kesah, yang ada hanya ikhlas untuk berjuang lebih keras. Mulai dari perjuangan secara fisik melalui adu kekuatan, adu senjata, hingga diplomasi dengan kata-kata penuh makna. Semangat inilah yang menjadi pengobar perjuangan para pendiri bangsa. Para pejuang saat itu bersumpah demi kemerdekaan yang bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk kita, anak bangsa yang menjadi harapannya. Cita-citanya adalah bangsa Indonesia dapat merdeka, berdaulat, adil dan makmur serta dapat sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Untuk Itulah mengapa para pendahulu kita bangkit dan berjuang.

Poto2


Pelajaran penting dari para pejuang bangsa khususnya semangat dalam merebut kemerdekaan dengan segala pengorbanannya layak kita terapkan saat negara dan bangsa merintih dalam kesakitan atas berbagai ketidaknyamanan. Jika perang di masa lalu dalam kerangka merebut kemerdekaan, maka sekarang saatnya mengisi dengan segala kemajuan untuk kemandirian dan kesejahteraan.

Menteri Hukum dan HAM di dalam isi sambutannya mengajak “Mari dengan semangat “Kami PASTI”, kita bekerja dan berprestasi. Dengan semangat “Kami PASTI” mari bersinergi untuk menghindari disintegrasi. Dengan semangat “Kami PASTI”, mari kita berinovasi untuk bangsa yang mandiri. Dengan semangat “Kami PASTI” lanjutkan perjuangan para pendahulu untuk Indonesia yang lebih Maju. Dengan semangat “Kami PASTI, mari kita mengabdi bagi kejayaan negeri”.  Jakarta (20/08/2015)

 

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
17 AGUSTUS 2015

 

Senin 17 Agustus 2015, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara ini diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Dalam upacara yang bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Agato P.P. Simamora. Dalam sambutannya, Kepala Kantor membacakan sambutan dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly.

Text Box: Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2015


Isi sambutan tersebut diantaranya diungkapkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan tidaklah didapatkan dengan cuma-cuma. Berbagai pengorbanan telah dipertaruhkan, tak ada gelisah apalagi keluh kesah, yang ada hanya ikhlas untuk berjuang lebih keras. Mulai dari perjuangan secara fisik melalui adu kekuatan, adu senjata, hingga diplomasi dengan kata-kata penuh makna. Semangat inilah yang menjadi pengobar perjuangan para pendiri bangsa. Para pejuang saat itu bersumpah demi kemerdekaan yang bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk kita, anak bangsa yang menjadi harapannya. Cita-citanya adalah bangsa Indonesia dapat merdeka, berdaulat, adil dan makmur serta dapat sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Untuk Itulah mengapa para pendahulu kita bangkit dan berjuang.

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Box: Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2015

 

Pelajaran penting dari para pejuang bangsa khususnya semangat dalam merebut kemerdekaan dengan segala pengorbanannya layak kita terapkan saat negara dan bangsa merintih dalam kesakitan atas berbagai ketidaknyamanan. Jika perang di masa lalu dalam kerangka merebut kemerdekaan, maka sekarang saatnya mengisi dengan segala kemajuan untuk kemandirian dan kesejahteraan.

Menteri Hukum dan HAM di dalam isi sambutannya mengajak “Mari dengan semangat “Kami PASTI”, kita bekerja dan berprestasi. Dengan semangat “Kami PASTI” mari bersinergi untuk menghindari disintegrasi. Dengan semangat “Kami PASTI”, mari kita berinovasi untuk bangsa yang mandiri. Dengan semangat “Kami PASTI” lanjutkan perjuangan para pendahulu untuk Indonesia yang lebih Maju. Dengan semangat “Kami PASTI, mari kita mengabdi bagi kejayaan negeri”.  Jakarta (20/08/2015)

Jakarta (26/06/2015). Pengarahan dari Bapak Kepala Kantor Imigrasi Klas I Jakarta Timur melalui Kegiatan Rapat Dalam Kantor pada kali ini membahas mengenai “Penguatan Kinerja Kementerian Hukum dan HAM dengan Elektronik Komunikasi Internal”. Dalam RDK kali ini yang menjadi narasumber adalah Bapak Agato P. P Simamora (Kepala Kantor Imigrasi Klas I Jakarta Timur), Bapak Chusni Thamrin, S.Sos., M.Si (Kasubag Humas dan Protokol BPSDM Kemenkumham RI), dan Bapak Uray Avian, S.Sos., M.H (Kasubbid Informasi dan Sarana Komunikasi Kanwil Kemenkumham).

rdk

 

Rapat Dalam Kantor ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Kantor selaku pimpinan tertinggi. Dalam arahannya beliau mengajak kita semua untuk memperhatikan pemaparan yang ada dalam RDK kali ini yang secara garis besar membahas mengenai aplikasi elektronik komunikasi internal untuk meningkatkan kinerja para pegawai yang nantinya akan berpengaruh dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Tunjangan Kinerja yang akan didapat.

rdk1

Bapak Chusni Thamrin sebagai narasumber memaparkan apa yang dimaksud dengan aplikasi Elektronik Komunikasi Internal tersebut. Menurut penuturannya alat tersebut digunakan sebagai sarana pendukung komunikasi internal antara pimpinan dan staf, para pengguna aplikasi ini diwajibkan untuk selalu menulis setiap kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan setiap harinya. Dengan begitu para pimpinan dapat mengetahui aktivitas pekerjaan yang dilakukan para stafnya selama di kantor, selain itu juga memudahkan para pegawai dalam menentukan Sasaran Kinerja yang harus dibuat dalam harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Hal ini yang nantinya juga akan mempengaruhi besaran tunjangan kinerja yang akan didapat oleh para pegawai.

Fungsi lainnya dari aplikasi ini adalah dapat melakukan Video Conference. Misalnya jika suatu saat Bapak Kepala Kantor sedang berada di luar daerah dan mendapatkan informasi yang sangat penting untuk disebarkan kepada para jajarannya, beliau pada saat itu juga dapat menginformasikan melalui Video Conference tanpa harus berada ditempat yang sama.

Ditambahkan oleh Bapak Uray Avian, bahwa pihaknya juga akan segera mempercepat penggunaan aplikasi ini di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

Karena kegiatan RDK ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, akhir dari RDK ini ditutup dengan acara buka puasa bersama yang bertempat di pelataran parkir pegawai yang sudah didesain untuk acara tersebut.

(nzr/fosarkim2015)


Jakarta (05/05/2015), Tim Satgas Operasi Bumi Pura Wibawa Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur bekerjasama dengan unsur Kejaksaan, Kepolisian dan Kodim 0505 Jakarta Timur melaksanakan pengawasan terhadapa keberadaan orang asing di Pasar Rawabening Jatinegara, Jakarta Timur, dengan target operasi 5 toko yang menjual batu akik. Kelima toko itu antara lain “Lapis Lazuli”, “Zahra Gems”, “Palace”, “Royal” dan “Ahmad” diduga terdapat Warga Negara Asing yang bekerja di tempat tersebut.

IMG 2336

Pada saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan satu orang Warga Negara Asing (WNA) asal Afghanistan yang bernama “Moshtaq ahmad Bakhshi” sedang berjualan di Toko Lapis Lazuli. Sewaktu petugas menanyakan perihal paspor serta izin tinggalnya, yang bersangkutan hanya dapat menunjukkan kartu UNHCR.

Selain itu petugas menemukan dua orang WNA asal India, yang pertama sedang berdagang di Toko Royal dan yang kedua tertangkap saat sedang melihat-lihat batu akik. Kedua WNA itu bernama “Syed Tafseer Hussain” dan “Syed Mahamodul Hassan”, mereka tidak dapat memperlihatkan paspor serta izin tinggalnya saat ditanyakan oleh petugas.

Kemudian para petugas juga menemukan 3 WNA asal RRC yang sedang melakukan aktifitas berdagang batu akik, ketiganya juga tidak dapat menunjukkan paspor dan izin tinggalnya. Menurut keterangan dari salah satu WNA tersebut, toko tempat mereka berdagang adalah

IMG 2329

milik salah seorang kerabat mereka (Warga Negara Indonesia) bernama “Tjakra Brata Kusuma”. Menurut “Weng Bizhen” salah satu WNA asal RRC tersebut mengatakan bahwa mereka hanya membantu menjaga toko milik Tjakra Brata Kusuma. Dua lainnya teridentifikasi atas nama “Chen Yufu” dan “Jianwei Xiao”.

Ke- enam Warga Negara Asing tersebut oleh Tim Satgas Operasi Bumi Pura Wira Wibawa dibawa mereka ke Kantor Imigasi Kelas I Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(nzr/fosarkim15)

Jakarta (11/03/2015), Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur mendapat kunjungan dari Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Bapak Teuku Syahrizal dan Bapak Mirza Iskandar selaku Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Bapak Agato P.P Simamora beserta jajarannya. Kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi diterima oleh Bapak Kepala Kantor melalui upacara penyambutan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Komang Trisna Diatmika.

PltDirjen1

 

Pada kunjungannya, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi ingin mengetahui lebih jauh mengenai sistem pelayanan permohonan paspor dan meninjau mengenai kelengkapan Sarana dan Prasana yang terdapat di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Mulai dari pintu masuk kantor sampai pada ruangan-ruangan yang terdapat di dalam kantor.

 

Kepala Kantor sebagai pimpinan tertinggi menjelaskan dan menunjukkan apa saja sarana dan prasarana yang terdapat di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Keadaan kantor yang masih dalam tahap renovasi pun tak luput dari penjelasannya. Beliau mengajak Plt. Direktur Jenderal Imigrasi dan Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian berkeliling kantor untuk melihat setiap ruangan kerja, ruangan pelayanan dan berkenalan dengan beberapa petugas pelayanan yang sedang bekerja. Para petugaspun antusias dan menunjukkan kinerja yang baik yang selalu diterapkan dalam melayani masyarakat yang ingin mengajukan permohonan paspor.

PltDirjen2

 

Plt. Direktur Jenderal Imigrasi dan Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian melihat seluruh proses dan alur pelayanan. Dimana para petugas bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sedangkan para pemohon paspor menunggu nomor antrian mereka di tempat yang sudah disediakan. Komunikasi kerja yang baik antar petugas diharapkan dapat menjadikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.


PltDirjen3

Dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan para petugas. Selain itu dapat menjadikan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur menjadi kantor pelayanan terbaik dan terdepan di Indonesia dan DKI Jakarta pada khususnya.

 

Jumat (27/2/2015), Bapak Agato P.P. Simamora (KaKanim Kelas I Jakarta Timur) dan beberapa karyawan perwakilan dari Kanim Kelas I Jakarta Timur melakukan kegiatan Koordinasi dan Konsultasi Kerja dalam Bidang Fasilitatif dan Subtantif ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. Rombongan disambut hangat oleh Bapak Enang Supriyadi Syamsi (KaKanim Kelas I Khusus Surabaya), Bapak Arief (Kabag TU), Bapak Subki (Kabid Lantuskim), dan Bapak Tony (Kabid Forsakim). Adapun dalam kunjungan tersebut Bapak Agato didampingi oleh Bapak Edi Mariyono (Kepala Sub Bagian TU), Bapak Ikram Taha (Kasubsi Lintas Batas Keimigrasian), Bapak Arung Safiro Untung (Kasubsi Penindakan Keimigrasian), Ibu Ernawati (Kasubsi Komunikasi Keimigrasian), Bapak Acan Hi Tulis (Kasi Status Keimigrasian), Bapak Sujito (Kepala Urusan Umum), Taroni (Penyusun Laporan dan Hasil), Muhammad Rifhananda (Sekretaris Pimpinan), Teddy Hartono (Sekretaris Pimpinan), dan Zahra Sofwatillah (Pengolah Bahan Komunikasi dan Informasi).

IMG 8769

Pada sambutan awalnya, Bapak Enang merasa terkejut sekaligus senang karena telah dikunjungi oleh Kanim Jaktim. Bapak Enang sebagai seorang senior menghimbau agar kita jiwa muda harus berubah paradigma lama dan menggantinya dengan paradigma baru dimana sebagai seorang pemimpin harus mempunyai dua sikap yaitu berani dan ulet. “Ulet saja tidak punya nyali, tidak berani bertindak tidak bisa jalan. Berani saja tanpa ulet sama saja bunuh diri masuk jebakan” kata Bapak Enang.

Rumah Singgah Kanim Kelas I Khusus Surabaya - Tampak Depan

 

Kanim Kelas I Khusus Surabaya merupakan Kanim pertama yang sudah berhasil membangun “ Rumah Singgah” karena telah diresmikan oleh Menteri Kemenkum HAM RI. Rumah singgah yang pertama kami kunjungi berupa bangunan berlantai tiga yang diperuntukan khusus untuk pegawai. Selanjutnya kami berkunjung ke rumah singgah yang dibangun untuk Kabid (dua unit) dan Kasi (tiga unit). Bapak Enang menjelaskan bahwa semua rumah singgah tersebut dibangun dalam kurun waktu 120 hari dengan penuh keyakinan dan dia merasa bahwa dimana ada niat baik disitu pasti Tuhan akan membimbing kita sampai hasil yang terbaik. Bapak Enang juga berencana akan membangun lagi unit rumah singgah, dimana dalam perencanaannya Kanim Surabaya memakai UU No. 2 Tahun 2012 tentang tanah dan bangunan. Bapak Enang berkata “baru MA, BPK yang memakai UU No 2. Tahun 2012. Sekarang saya mau Imigrasi juga menggunakan UU no. 2 Tahun 2012, maka Imigrasi nanti boleh beli rumah boleh beli estate”. Harapan Bapak Enang semoga di tahun 2015 ini Kanim Surabaya sudah mempunyai “Griya Pura Wibawa”, semua karyawan Kanim Surabaya tidak perlu khawatir tidak punya tempat tinggal lagi. Bapak Enang menambahkan, jika disposisi Menteri sudah turun nantinya Kanim Surabaya akan pindah ke BHP, sebaliknya BHP akan pindah ke Kanim Surabaya. Rencananya Bapak Enang akan membangun sebuah Kanim yang lebih baik pada lahan ex. BHP seluas 8.100 m2. Prototipe tersebut akan diambil berdasarkan protipe terbaik dari beberapa konsep prototipe yang sudah ada dan belum terlaksana.

    IMG 8504

Rumah Singgah Untuk Karyawan Kanim Kelas I Khusus Surabaya - Tampak Samping


Diakhir sambutannya, Bapak Enang mempersilakan kami untuk berkeliling area Kanim untuk melihat fasilitas serta bagaimana kondisi pelayanan di Kanim Surabaya. Dalam sehari Kanim Surabaya menerima pengajuan permohonan paspor sebanyak 500 buah, termasuk paspor TKI. Booth untuk wawancara yang disediakan sebanyak 12 booth tidak termasuk booth untuk pengajuan WNA dan difabel. Selain itu terdapat fasilitas publik lainnya seperti poliklinik, kantin, foto copy dan masjid.

 

IMG 8546

Rumah Singgah Untuk Kabid Kanim Kelas I Khusus Surabaya

 

IMG 8546

Selasa, 10 Februari 2015 16:07

Kunjungan BNP2TKI ke Imigrasi Jakarta Timur

Kunjungan BNP2TKI ke Imigrasi Jakarta Timur

Jakarta, Selasa 03 Peb 2015 – Kantor Imigarsi Kelas I Jakarta Timur mendapat kunjungan dari Direktorat Kerjasama dan Verifikasi Penyiapan Dokumen Badan nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Rombongan dipimpin oleh Samsu Rizal, Kasubdit Visa Kerja dan Keimigrasian BNP2TKI. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Agato P.P. Simamora. Kunjungan ini sekaligus merupakan study banding dengan tujuan melihat secara langsung proses verifikasi dokumen pembuatan paspor baik secara verbal maupun dokumen di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, karena tugas-tugas dari BNP2TKI sendiri berkaitan erat dengan keimigrasian.


Menurut Samsu Rizal, harapan dengan diadakannya study banding agar informasi yang didapat dalam kunjungan tersebut bisa digunakan oleh petugas BNP2TKI dalam penyiapan berkas atau dokumen TKI yang akan berangkat ke luar negeri. Tujuan lainnya yaitu untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi yang lebih baik lagi antara BNP2TKI dan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur.

Dalam presentasinya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, menggaris bawahi top issue yang berkembang dalam proses keimigrasian yaitu membuat paspor tidak semudah yang dibayangkan seperti upload foto pada akun Facebook. Namun, masih banyak paramater lain yang digunakan untuk bisa menerbitkan paspor. Alur dari penerbitan paspor itu sendiri dimulai dari verifikasi berkas sampai proses pengambilan biometrik berupa sidik jari dan foto wajah serta wawancara.


Empat hal penting yang dijabarkan dalam diskusi tersebut adalah trend global, konsepsi keimigrasian, fungsi dan tugas keimigrasian serta bagaimana melakukan verifikasi dan kendalanya.

Dikatakan Agato, “saat ini imigrasi merupakan fenomena yang mendunia, konsep yang dibicarakan secara internasional baik di negara yang maju, negara yang berkembang dan negara yang baru ingin berkembang”.

Lebih lanjut Agato mengatakan bahwa “konsepsi keimigrasian didasari oleh Undang-Undang dasar Negara, Yurisdiksi dan peraturan Internasional. Tugas Keimigrasian sendiri bukan hanya sebagai fungsi pelayanan masyrakat, tetapi juga sebagai badan penegak hukum”.

Sebelum mengakhiri diskusi, Agato menyampaikan bahwa kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur menyambut baik program-program BNP2TKI yang dapat membantu imigrasi dalam meningkatkan pelayanan publik dan siap menjadi sparring pertner dalam diskusi-diskusi ketenagakerjaan. (fsrkim)

Senin, 02 Februari 2015 14:25

WN Nigeria Ditangkap Imigrasi Jakarta Timur

Petugas imigrasi Jakarta Timur, mengamankan  Warga Negara Asing (WNA) Nigeria, berinisial FN, 30 dari salah satu apartemen di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/1), karena tidak memiliki paspor dan diduga terlibat sindikat penyelundupan orang.

“Kami tangkap semalam atau Rabu (28/1) dini hari di apartemennya. Saat diamankan, ybs tidak memiliki identitas dirinya, berupa paspor. Kami langsung bawa ke kantor kami, kami menduga dia terlibat sindikat penyelundupan orang,” kata  Kepala Imigrasi Jakarta Timur, Agato P.P. Simamora, Rabu (28/1).

Menurutnya, pelaku yang mengaku sebagai direktur perusahaan elektronik Frank-Netto Technologies, tak bisa menunjukan paspornya. Ketika ditanya petugas, pria tersebut hanya bisa menunjukan kartu nama miliknya yang merupakan direktur yang bergerak di bidang ekspor impor barang. “Atas dasar itulah, FN langsung kami amankan,” ujarnya.

Dikatakan Agato, penangkapan itu sendiri berdasarkan adanya informasi masyarakat tentang keberadaan WNA yang dinilai meresahkan. Warga khawatir, pria yang selalu pulang pagi dan kerap mengumpulkan teman-temannya di ruang apartemen yang disewanya. “Kami juga masih mencari informasi apakah dia juga terlibat narkotika,” ujar Agato.

Saat ini, lanjut Agato, pemeriksaan pun masih terus dilakukan petugasnya. Dimana apabila terkait dengan tindak pidana umum, akan langsung diserahkan kepolisian. “Namun bila tidak terbukti, kami akan langsung deportasi,” ungkapnya

Web Terkait

Berita Nasional

Berita Hukum

Berita Internasional

Berita Terkini