Informasi Keimigrasian






Pengadaan Barang/Jasa

none

Jakarta (05/05/2015), Tim Satgas Operasi Bumi Pura Wibawa Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur bekerjasama dengan unsur Kejaksaan, Kepolisian dan Kodim 0505 Jakarta Timur melaksanakan pengawasan terhadapa keberadaan orang asing di Pasar Rawabening Jatinegara, Jakarta Timur, dengan target operasi 5 toko yang menjual batu akik. Kelima toko itu antara lain “Lapis Lazuli”, “Zahra Gems”, “Palace”, “Royal” dan “Ahmad” diduga terdapat Warga Negara Asing yang bekerja di tempat tersebut.

IMG 2336

Pada saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan satu orang Warga Negara Asing (WNA) asal Afghanistan yang bernama “Moshtaq ahmad Bakhshi” sedang berjualan di Toko Lapis Lazuli. Sewaktu petugas menanyakan perihal paspor serta izin tinggalnya, yang bersangkutan hanya dapat menunjukkan kartu UNHCR.

Selain itu petugas menemukan dua orang WNA asal India, yang pertama sedang berdagang di Toko Royal dan yang kedua tertangkap saat sedang melihat-lihat batu akik. Kedua WNA itu bernama “Syed Tafseer Hussain” dan “Syed Mahamodul Hassan”, mereka tidak dapat memperlihatkan paspor serta izin tinggalnya saat ditanyakan oleh petugas.

Kemudian para petugas juga menemukan 3 WNA asal RRC yang sedang melakukan aktifitas berdagang batu akik, ketiganya juga tidak dapat menunjukkan paspor dan izin tinggalnya. Menurut keterangan dari salah satu WNA tersebut, toko tempat mereka berdagang adalah

IMG 2329

milik salah seorang kerabat mereka (Warga Negara Indonesia) bernama “Tjakra Brata Kusuma”. Menurut “Weng Bizhen” salah satu WNA asal RRC tersebut mengatakan bahwa mereka hanya membantu menjaga toko milik Tjakra Brata Kusuma. Dua lainnya teridentifikasi atas nama “Chen Yufu” dan “Jianwei Xiao”.

Ke- enam Warga Negara Asing tersebut oleh Tim Satgas Operasi Bumi Pura Wira Wibawa dibawa mereka ke Kantor Imigasi Kelas I Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(nzr/fosarkim15)

Jakarta (11/03/2015), Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur mendapat kunjungan dari Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Bapak Teuku Syahrizal dan Bapak Mirza Iskandar selaku Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Bapak Agato P.P Simamora beserta jajarannya. Kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi diterima oleh Bapak Kepala Kantor melalui upacara penyambutan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Komang Trisna Diatmika.

PltDirjen1

 

Pada kunjungannya, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi ingin mengetahui lebih jauh mengenai sistem pelayanan permohonan paspor dan meninjau mengenai kelengkapan Sarana dan Prasana yang terdapat di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Mulai dari pintu masuk kantor sampai pada ruangan-ruangan yang terdapat di dalam kantor.

 

Kepala Kantor sebagai pimpinan tertinggi menjelaskan dan menunjukkan apa saja sarana dan prasarana yang terdapat di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur. Keadaan kantor yang masih dalam tahap renovasi pun tak luput dari penjelasannya. Beliau mengajak Plt. Direktur Jenderal Imigrasi dan Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian berkeliling kantor untuk melihat setiap ruangan kerja, ruangan pelayanan dan berkenalan dengan beberapa petugas pelayanan yang sedang bekerja. Para petugaspun antusias dan menunjukkan kinerja yang baik yang selalu diterapkan dalam melayani masyarakat yang ingin mengajukan permohonan paspor.

PltDirjen2

 

Plt. Direktur Jenderal Imigrasi dan Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian melihat seluruh proses dan alur pelayanan. Dimana para petugas bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sedangkan para pemohon paspor menunggu nomor antrian mereka di tempat yang sudah disediakan. Komunikasi kerja yang baik antar petugas diharapkan dapat menjadikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.


PltDirjen3

Dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan para petugas. Selain itu dapat menjadikan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur menjadi kantor pelayanan terbaik dan terdepan di Indonesia dan DKI Jakarta pada khususnya.

 

Jumat (27/2/2015), Bapak Agato P.P. Simamora (KaKanim Kelas I Jakarta Timur) dan beberapa karyawan perwakilan dari Kanim Kelas I Jakarta Timur melakukan kegiatan Koordinasi dan Konsultasi Kerja dalam Bidang Fasilitatif dan Subtantif ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. Rombongan disambut hangat oleh Bapak Enang Supriyadi Syamsi (KaKanim Kelas I Khusus Surabaya), Bapak Arief (Kabag TU), Bapak Subki (Kabid Lantuskim), dan Bapak Tony (Kabid Forsakim). Adapun dalam kunjungan tersebut Bapak Agato didampingi oleh Bapak Edi Mariyono (Kepala Sub Bagian TU), Bapak Ikram Taha (Kasubsi Lintas Batas Keimigrasian), Bapak Arung Safiro Untung (Kasubsi Penindakan Keimigrasian), Ibu Ernawati (Kasubsi Komunikasi Keimigrasian), Bapak Acan Hi Tulis (Kasi Status Keimigrasian), Bapak Sujito (Kepala Urusan Umum), Taroni (Penyusun Laporan dan Hasil), Muhammad Rifhananda (Sekretaris Pimpinan), Teddy Hartono (Sekretaris Pimpinan), dan Zahra Sofwatillah (Pengolah Bahan Komunikasi dan Informasi).

IMG 8769

Pada sambutan awalnya, Bapak Enang merasa terkejut sekaligus senang karena telah dikunjungi oleh Kanim Jaktim. Bapak Enang sebagai seorang senior menghimbau agar kita jiwa muda harus berubah paradigma lama dan menggantinya dengan paradigma baru dimana sebagai seorang pemimpin harus mempunyai dua sikap yaitu berani dan ulet. “Ulet saja tidak punya nyali, tidak berani bertindak tidak bisa jalan. Berani saja tanpa ulet sama saja bunuh diri masuk jebakan” kata Bapak Enang.

Rumah Singgah Kanim Kelas I Khusus Surabaya - Tampak Depan

 

Kanim Kelas I Khusus Surabaya merupakan Kanim pertama yang sudah berhasil membangun “ Rumah Singgah” karena telah diresmikan oleh Menteri Kemenkum HAM RI. Rumah singgah yang pertama kami kunjungi berupa bangunan berlantai tiga yang diperuntukan khusus untuk pegawai. Selanjutnya kami berkunjung ke rumah singgah yang dibangun untuk Kabid (dua unit) dan Kasi (tiga unit). Bapak Enang menjelaskan bahwa semua rumah singgah tersebut dibangun dalam kurun waktu 120 hari dengan penuh keyakinan dan dia merasa bahwa dimana ada niat baik disitu pasti Tuhan akan membimbing kita sampai hasil yang terbaik. Bapak Enang juga berencana akan membangun lagi unit rumah singgah, dimana dalam perencanaannya Kanim Surabaya memakai UU No. 2 Tahun 2012 tentang tanah dan bangunan. Bapak Enang berkata “baru MA, BPK yang memakai UU No 2. Tahun 2012. Sekarang saya mau Imigrasi juga menggunakan UU no. 2 Tahun 2012, maka Imigrasi nanti boleh beli rumah boleh beli estate”. Harapan Bapak Enang semoga di tahun 2015 ini Kanim Surabaya sudah mempunyai “Griya Pura Wibawa”, semua karyawan Kanim Surabaya tidak perlu khawatir tidak punya tempat tinggal lagi. Bapak Enang menambahkan, jika disposisi Menteri sudah turun nantinya Kanim Surabaya akan pindah ke BHP, sebaliknya BHP akan pindah ke Kanim Surabaya. Rencananya Bapak Enang akan membangun sebuah Kanim yang lebih baik pada lahan ex. BHP seluas 8.100 m2. Prototipe tersebut akan diambil berdasarkan protipe terbaik dari beberapa konsep prototipe yang sudah ada dan belum terlaksana.

    IMG 8504

Rumah Singgah Untuk Karyawan Kanim Kelas I Khusus Surabaya - Tampak Samping


Diakhir sambutannya, Bapak Enang mempersilakan kami untuk berkeliling area Kanim untuk melihat fasilitas serta bagaimana kondisi pelayanan di Kanim Surabaya. Dalam sehari Kanim Surabaya menerima pengajuan permohonan paspor sebanyak 500 buah, termasuk paspor TKI. Booth untuk wawancara yang disediakan sebanyak 12 booth tidak termasuk booth untuk pengajuan WNA dan difabel. Selain itu terdapat fasilitas publik lainnya seperti poliklinik, kantin, foto copy dan masjid.

 

IMG 8546

Rumah Singgah Untuk Kabid Kanim Kelas I Khusus Surabaya

 

IMG 8546

Selasa, 10 Februari 2015 16:07

Kunjungan BNP2TKI ke Imigrasi Jakarta Timur

Kunjungan BNP2TKI ke Imigrasi Jakarta Timur

Jakarta, Selasa 03 Peb 2015 – Kantor Imigarsi Kelas I Jakarta Timur mendapat kunjungan dari Direktorat Kerjasama dan Verifikasi Penyiapan Dokumen Badan nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Rombongan dipimpin oleh Samsu Rizal, Kasubdit Visa Kerja dan Keimigrasian BNP2TKI. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Agato P.P. Simamora. Kunjungan ini sekaligus merupakan study banding dengan tujuan melihat secara langsung proses verifikasi dokumen pembuatan paspor baik secara verbal maupun dokumen di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, karena tugas-tugas dari BNP2TKI sendiri berkaitan erat dengan keimigrasian.


Menurut Samsu Rizal, harapan dengan diadakannya study banding agar informasi yang didapat dalam kunjungan tersebut bisa digunakan oleh petugas BNP2TKI dalam penyiapan berkas atau dokumen TKI yang akan berangkat ke luar negeri. Tujuan lainnya yaitu untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi yang lebih baik lagi antara BNP2TKI dan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur.

Dalam presentasinya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, menggaris bawahi top issue yang berkembang dalam proses keimigrasian yaitu membuat paspor tidak semudah yang dibayangkan seperti upload foto pada akun Facebook. Namun, masih banyak paramater lain yang digunakan untuk bisa menerbitkan paspor. Alur dari penerbitan paspor itu sendiri dimulai dari verifikasi berkas sampai proses pengambilan biometrik berupa sidik jari dan foto wajah serta wawancara.


Empat hal penting yang dijabarkan dalam diskusi tersebut adalah trend global, konsepsi keimigrasian, fungsi dan tugas keimigrasian serta bagaimana melakukan verifikasi dan kendalanya.

Dikatakan Agato, “saat ini imigrasi merupakan fenomena yang mendunia, konsep yang dibicarakan secara internasional baik di negara yang maju, negara yang berkembang dan negara yang baru ingin berkembang”.

Lebih lanjut Agato mengatakan bahwa “konsepsi keimigrasian didasari oleh Undang-Undang dasar Negara, Yurisdiksi dan peraturan Internasional. Tugas Keimigrasian sendiri bukan hanya sebagai fungsi pelayanan masyrakat, tetapi juga sebagai badan penegak hukum”.

Sebelum mengakhiri diskusi, Agato menyampaikan bahwa kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur menyambut baik program-program BNP2TKI yang dapat membantu imigrasi dalam meningkatkan pelayanan publik dan siap menjadi sparring pertner dalam diskusi-diskusi ketenagakerjaan. (fsrkim)

Senin, 02 Februari 2015 14:25

WN Nigeria Ditangkap Imigrasi Jakarta Timur

Petugas imigrasi Jakarta Timur, mengamankan  Warga Negara Asing (WNA) Nigeria, berinisial FN, 30 dari salah satu apartemen di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/1), karena tidak memiliki paspor dan diduga terlibat sindikat penyelundupan orang.

“Kami tangkap semalam atau Rabu (28/1) dini hari di apartemennya. Saat diamankan, ybs tidak memiliki identitas dirinya, berupa paspor. Kami langsung bawa ke kantor kami, kami menduga dia terlibat sindikat penyelundupan orang,” kata  Kepala Imigrasi Jakarta Timur, Agato P.P. Simamora, Rabu (28/1).

Menurutnya, pelaku yang mengaku sebagai direktur perusahaan elektronik Frank-Netto Technologies, tak bisa menunjukan paspornya. Ketika ditanya petugas, pria tersebut hanya bisa menunjukan kartu nama miliknya yang merupakan direktur yang bergerak di bidang ekspor impor barang. “Atas dasar itulah, FN langsung kami amankan,” ujarnya.

Dikatakan Agato, penangkapan itu sendiri berdasarkan adanya informasi masyarakat tentang keberadaan WNA yang dinilai meresahkan. Warga khawatir, pria yang selalu pulang pagi dan kerap mengumpulkan teman-temannya di ruang apartemen yang disewanya. “Kami juga masih mencari informasi apakah dia juga terlibat narkotika,” ujar Agato.

Saat ini, lanjut Agato, pemeriksaan pun masih terus dilakukan petugasnya. Dimana apabila terkait dengan tindak pidana umum, akan langsung diserahkan kepolisian. “Namun bila tidak terbukti, kami akan langsung deportasi,” ungkapnya

Jakarta (21/10/2014). Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur secara resmi mengimplentasikan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu atau yang lebih dikenal dengan Sistem OSS   ( One Stop Service ) kemarin Senin 20 Oktober 2014 yang dipantau langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Drs. ANDI ROJA IBRAHIM, MM beserta Pejabat terkait lainnya. OSS adalah sistem baru permohonan paspor yang prosesnya disederhanakan. Pemohon paspor tidak lagi perlu antri berkali-kali.

Layanan ini menyederhanakan birokrasi pada sistem penerbitan paspor yang sebelumnya pemohon datang sebanyak tiga kali, kini hanya datang dua kali saja yaitu pada saat memasukkan permohonan yang langsung dilayani sampai dengan foto dan wawancara (dengan catatan permohonan tersebut tidak ada masalah dan pemohon membawa dokumen asli dari persyaratan ) dan pada saat mengambil paspor yang penyelesaiannya 4 (empat) hari kerja setelah pemohon melakukan pembayaran pada bank persepsi bagi pemohon walk in (datang langsung). Bagi pemohon yang mengajukan secara Onlie, penyelesaian paspor 4 (empat) hari kerja setelah foto dan wawancara (sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM R.I. No.8 Tahun 2014.(iz/fsr).

Kamis, 09 Oktober 2014 10:08

Rencana Desain Baru Paspor R.I.


Warga negara Indonesia bakal memiliki paspor dengan desain baru. Tampilan baru buku berwarna biru kehijau-hijauan. Yang paling mencolok dari paspor baru itu adalah halaman identitas.

Kalau sebelumnya halaman identitas yang berisi foto dan keterangan pemilik paspor itu terbuat dari kertas, kini tidak lagi.

Rencananya Ditjen Imigrasi menggunakan bahan polycarbonate yang lebih tebal dan kaku dari pada kertas. Nah, semua keterangan langsung dicetak ke dalam material plastik itu.

Jadi, tidak ada lagi proses laminasi untuk melindungi foto dan data pemilik paspor. Pengamanan dalam halaman identitas tersebut memang mendapat porsi perubahan paling banyak. 

Menjadi penting karena lembar itulah yang selama ini kerap dipalsu. Modusnya, menggosok foto dan menggantinya dengan wajah lain. Lebih aman, Tidak bisa digosok-gosok lagi untuk mengganti identitas.

Pembeda lain dengan halaman identitas di paspor lama adalah keberadaan foto. Seperti diketahui, hanya ada satu foto yang tercantum pada halaman tersebut. Untuk kepentingan keamanan, foto dalam paspor kini dibuat menjadi tiga jenis. Di sisi kanan, ada foto dengan teknik tiga dimensi (3D) yang diletakkan di bawah nomor paspor, di ujung kiri ada foto besar dengan teknik cetak biasa. Yang ketiga, foto diletakkan di tengah.

Sepintas, foto ketiga itu tidak terlihat. Tapi, kalau paspor diterawang, akan terlihat foto lagi. Mirip dengan tanda air gambar pahlawan di uang kertas rupiah. Sedangkan pada sampul paspor, ada tanda fluorescent berwarna merah dengan tulisan Republik Indonesia.

Untuk halaman lainnya bertema flora, fauna, dan sesuatu yang menjadi ciri khas Indonesia. Tema mozaik Indonesia mewarnai lembar halaman paspor. Mulai keindahan alam Bali, Candi Borobudur, badak bercula satu, ondel-ondel, hingga karapan sapi.

( sumber : Ditjen Imigrasi )

Selasa, 30 September 2014 07:58

ONE STOP SERVICE, RELEASED !

Perkembangan zaman dan teknologi saat ini memacu perubahan dalam berbagai hal, salah satunya tuntutan akan inovasi di bidang pelayanan menjadi lebih transparan, cepat dan responsif. Direktorat Jenderal Imigrasi, bertepatan dengan hari jadinya yang ke-64, 26 Januari lalu, meluncurkan program yang diharapkan dapat menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan paspor transparan, cepat dan responsif dan dapat mengakomodir keinginan masyarakat. One Stop Service (OSS) atau Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT) pertama kali diimplementasikan pada sembilan Kantor Imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Soekarno-Hatta, Surabaya, Medan, Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Bandung dan Denpasar.

Inti dari layanan yang hampir 10 bulan berjalan ini adalah, pemohon paspor dapat menyelesaikan semua proses permohonan paspor hanya dengan datang dua kali ke kantor imigrasi. Kedatangan pertama untuk melakukan verifikasi berkas, foto dan wawancara. Kedatangan yang kedua untuk melakukan pengambilan paspor. Jangan lupa, Anda harus termasuk dalam kuota untuk bisa mendapatkan pelayanan ini.

Dengan OSS, secara otomatis, Layanan Penggantian Paspor Satu Hari Selesai yang sebelumnya diterapkan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat dan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat dihapuskan. Saat ini, 49 dari  keseluruhan 115 Kantor Imigrasi sudah mengimplementasikan sistem ini.

Ke-49 Kantor Imigrasi tersebut adalah: Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Soekarno-Hatta, Batam, Bandung, Medan, Surabaya, Denpasar, Cilegon, Serang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Blitar, Mataram, Tanjung Redeb, Manado, Makassar, Banjarmasin, Tasikmalaya, Wonosobo, Langsa, Kalianda, Bitung, Ngurah Rai, Gorontalo, Nunukan, Cilacap, Dumai, Tarakan, Sumbawa Besar, Sorong, Lhokseumawe, Kuala Tungkal, Muara Enim, Singaraja, Balikpapan, Polewali, Bengkalis, Atambua, Manokwari, Sabang, Bengkulu, Tanjung Pandan, Sanggau, Palangkaraya, Mamuju serta Ternate.

Kelak, secara bertahap layanan ini akan diimplementasikan di Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia. OSS tidak mengakomodir penggantian paspor karena hilang atau rusak. Jadi, untuk pemohon yang paspornya hilang atau rusak, harus mengikuti Standard Operating Procedure penggantian paspor karena hilang/rusak.(HMS)

( Sumber : imigrasi.go.id )

Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ) Jakarta, 07 Mei 2014 Dengan telah diimplementasikannya Sistem Penerbitan Dokumen Perjalanan R.I dengan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ) pada 9 Kantor Imigrasi. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabya, Kantor Imigrasi Kelas I Bandung dan Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar sejak 27 Januari 2014 sebagai perwujudan dari Program Aksi Kementerian Hukum dan HAM R.I di bidang Keimigrasian. Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ) pada Penerbitan Dokumen Perjalanan R.I., Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penyederhanaan Bisnis Proses Penerbitan Paspor yang semula melalui 12 tahapan alur kerja menjadi 7 tahapan alur kerja yang sesuai dengan filosofi pelayanan publik : aman, mudah, cepat, transparan dan kepastian waktu layanan. Untuk Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur akan diimplementasikan paling lambat pada Bulan September 2014 sesuai dengan Program Aksi Kementerian Hukum dan HAM R.I. di bidang keimigrasian. Pemohon yang semula datang sebanyak 3 kali untuk mengurus paspor kini hanya datang sebanyak 2 kali saja. Yaitu saat memasukkan permohonan dan langsung melakukan pengambilan foto ( data biometrik ) dan saat mengambil Paspor yang telah selesai. Alur tahapan ( Bisnis Proses ) disederhanakan dari 12 alur menjadi 7 alur. Pertama pemohon mengambil nomor antrian yang sesuai dengan jenis permohonan, kedua input data, pindai dokumen, foto, sidik jari dan wawancara pemohon, ketiga proses identifikasi Data dan hasil Biometrik ke Pusat Data Imigrasi untuk mengecek apakah pemohon sudah pernah memiliki paspor sebelumnya, jika data pemohon tidak ada hasil duplikasi, permohonan dilanjutkan. Keempat pembayaran biaya paspor melalaui bank dan alokasi Blanko Paspor. Kelima proses pencetakan dan laminasi paspor, keenam proses pengesehan paspor oleh pejabat yang berwenang dan yang ketujuh pengambilan paspor. Pemohon sudah dapat mengambil paspor yang selesai 3 hari setelah melakukan pembayaran melalui bank. Proses pembayaran biaya paspor yang saat ini dilakukan melalui bank BNI dengan cara tunai, rencana nya tanggal 07 Juli 2014 akan diimplementasikan e-Payment Gateaway Multi Channel ( Multi Bank ). Pemohon dapat melakukan pembayaran melalui ATM, Kartu Kredit, SMS Banking, Electronic Data Capture ( EDC ) ataupun bayar tunai pada Kantor Pos. Pada akhir tahun 2014 ini seluruh kantor imigrasi di Indonesia sudah mengimplementasikan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ).
Hal 3 dari 3

Web Terkait

Berita Nasional

Berita Hukum

Berita Internasional

Berita Terkini