Informasi Keimigrasian






Pengadaan Barang/Jasa

none
Kamis, 09 Oktober 2014 10:08

Rencana Desain Baru Paspor R.I.


Warga negara Indonesia bakal memiliki paspor dengan desain baru. Tampilan baru buku berwarna biru kehijau-hijauan. Yang paling mencolok dari paspor baru itu adalah halaman identitas.

Kalau sebelumnya halaman identitas yang berisi foto dan keterangan pemilik paspor itu terbuat dari kertas, kini tidak lagi.

Rencananya Ditjen Imigrasi menggunakan bahan polycarbonate yang lebih tebal dan kaku dari pada kertas. Nah, semua keterangan langsung dicetak ke dalam material plastik itu.

Jadi, tidak ada lagi proses laminasi untuk melindungi foto dan data pemilik paspor. Pengamanan dalam halaman identitas tersebut memang mendapat porsi perubahan paling banyak. 

Menjadi penting karena lembar itulah yang selama ini kerap dipalsu. Modusnya, menggosok foto dan menggantinya dengan wajah lain. Lebih aman, Tidak bisa digosok-gosok lagi untuk mengganti identitas.

Pembeda lain dengan halaman identitas di paspor lama adalah keberadaan foto. Seperti diketahui, hanya ada satu foto yang tercantum pada halaman tersebut. Untuk kepentingan keamanan, foto dalam paspor kini dibuat menjadi tiga jenis. Di sisi kanan, ada foto dengan teknik tiga dimensi (3D) yang diletakkan di bawah nomor paspor, di ujung kiri ada foto besar dengan teknik cetak biasa. Yang ketiga, foto diletakkan di tengah.

Sepintas, foto ketiga itu tidak terlihat. Tapi, kalau paspor diterawang, akan terlihat foto lagi. Mirip dengan tanda air gambar pahlawan di uang kertas rupiah. Sedangkan pada sampul paspor, ada tanda fluorescent berwarna merah dengan tulisan Republik Indonesia.

Untuk halaman lainnya bertema flora, fauna, dan sesuatu yang menjadi ciri khas Indonesia. Tema mozaik Indonesia mewarnai lembar halaman paspor. Mulai keindahan alam Bali, Candi Borobudur, badak bercula satu, ondel-ondel, hingga karapan sapi.

( sumber : Ditjen Imigrasi )

Selasa, 30 September 2014 07:58

ONE STOP SERVICE, RELEASED !

Perkembangan zaman dan teknologi saat ini memacu perubahan dalam berbagai hal, salah satunya tuntutan akan inovasi di bidang pelayanan menjadi lebih transparan, cepat dan responsif. Direktorat Jenderal Imigrasi, bertepatan dengan hari jadinya yang ke-64, 26 Januari lalu, meluncurkan program yang diharapkan dapat menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan paspor transparan, cepat dan responsif dan dapat mengakomodir keinginan masyarakat. One Stop Service (OSS) atau Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT) pertama kali diimplementasikan pada sembilan Kantor Imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Soekarno-Hatta, Surabaya, Medan, Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Bandung dan Denpasar.

Inti dari layanan yang hampir 10 bulan berjalan ini adalah, pemohon paspor dapat menyelesaikan semua proses permohonan paspor hanya dengan datang dua kali ke kantor imigrasi. Kedatangan pertama untuk melakukan verifikasi berkas, foto dan wawancara. Kedatangan yang kedua untuk melakukan pengambilan paspor. Jangan lupa, Anda harus termasuk dalam kuota untuk bisa mendapatkan pelayanan ini.

Dengan OSS, secara otomatis, Layanan Penggantian Paspor Satu Hari Selesai yang sebelumnya diterapkan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat dan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat dihapuskan. Saat ini, 49 dari  keseluruhan 115 Kantor Imigrasi sudah mengimplementasikan sistem ini.

Ke-49 Kantor Imigrasi tersebut adalah: Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Soekarno-Hatta, Batam, Bandung, Medan, Surabaya, Denpasar, Cilegon, Serang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Blitar, Mataram, Tanjung Redeb, Manado, Makassar, Banjarmasin, Tasikmalaya, Wonosobo, Langsa, Kalianda, Bitung, Ngurah Rai, Gorontalo, Nunukan, Cilacap, Dumai, Tarakan, Sumbawa Besar, Sorong, Lhokseumawe, Kuala Tungkal, Muara Enim, Singaraja, Balikpapan, Polewali, Bengkalis, Atambua, Manokwari, Sabang, Bengkulu, Tanjung Pandan, Sanggau, Palangkaraya, Mamuju serta Ternate.

Kelak, secara bertahap layanan ini akan diimplementasikan di Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia. OSS tidak mengakomodir penggantian paspor karena hilang atau rusak. Jadi, untuk pemohon yang paspornya hilang atau rusak, harus mengikuti Standard Operating Procedure penggantian paspor karena hilang/rusak.(HMS)

( Sumber : imigrasi.go.id )

Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ) Jakarta, 07 Mei 2014 Dengan telah diimplementasikannya Sistem Penerbitan Dokumen Perjalanan R.I dengan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ) pada 9 Kantor Imigrasi. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabya, Kantor Imigrasi Kelas I Bandung dan Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar sejak 27 Januari 2014 sebagai perwujudan dari Program Aksi Kementerian Hukum dan HAM R.I di bidang Keimigrasian. Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ) pada Penerbitan Dokumen Perjalanan R.I., Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penyederhanaan Bisnis Proses Penerbitan Paspor yang semula melalui 12 tahapan alur kerja menjadi 7 tahapan alur kerja yang sesuai dengan filosofi pelayanan publik : aman, mudah, cepat, transparan dan kepastian waktu layanan. Untuk Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur akan diimplementasikan paling lambat pada Bulan September 2014 sesuai dengan Program Aksi Kementerian Hukum dan HAM R.I. di bidang keimigrasian. Pemohon yang semula datang sebanyak 3 kali untuk mengurus paspor kini hanya datang sebanyak 2 kali saja. Yaitu saat memasukkan permohonan dan langsung melakukan pengambilan foto ( data biometrik ) dan saat mengambil Paspor yang telah selesai. Alur tahapan ( Bisnis Proses ) disederhanakan dari 12 alur menjadi 7 alur. Pertama pemohon mengambil nomor antrian yang sesuai dengan jenis permohonan, kedua input data, pindai dokumen, foto, sidik jari dan wawancara pemohon, ketiga proses identifikasi Data dan hasil Biometrik ke Pusat Data Imigrasi untuk mengecek apakah pemohon sudah pernah memiliki paspor sebelumnya, jika data pemohon tidak ada hasil duplikasi, permohonan dilanjutkan. Keempat pembayaran biaya paspor melalaui bank dan alokasi Blanko Paspor. Kelima proses pencetakan dan laminasi paspor, keenam proses pengesehan paspor oleh pejabat yang berwenang dan yang ketujuh pengambilan paspor. Pemohon sudah dapat mengambil paspor yang selesai 3 hari setelah melakukan pembayaran melalui bank. Proses pembayaran biaya paspor yang saat ini dilakukan melalui bank BNI dengan cara tunai, rencana nya tanggal 07 Juli 2014 akan diimplementasikan e-Payment Gateaway Multi Channel ( Multi Bank ). Pemohon dapat melakukan pembayaran melalui ATM, Kartu Kredit, SMS Banking, Electronic Data Capture ( EDC ) ataupun bayar tunai pada Kantor Pos. Pada akhir tahun 2014 ini seluruh kantor imigrasi di Indonesia sudah mengimplementasikan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu / One Stop Service ( SPPT/OSS ).
Hal 4 dari 4

Web Terkait

Berita Nasional

Berita Hukum

Berita Internasional

Berita Terkini