Alih Status Keimigrasian

I. UMUM

 

1. Izin Tinggal yang telah diberikan kepada Orang Asing dapat dialihstatuskan.

 

2. Izin Tinggal yang dapat dialihstatuskan meliputi:

a. Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas;
b. Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap; dan
c. Izin Tinggal Kunjungan dan Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Dinas.

 

3. Alih status Izin Tinggal sebagaimana dimaksud pada point (2) ditetapkan dengan Keputusan Menteri.

 

4. Permohonan alih status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal terbatas dan alih status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap diajukan oleh Penjamin kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing.

 

 

II. ALIH STATUS IZIN KUNJUNGAN MENJADI IZIN TINGGAL TERBATAS

 

1. Permohonan alih status Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas diajukan sejak Orang Asing berada di Wilayah Indonesia.

 

2. Alih Status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas dapat diberikan kepada Orang Asing yang :

a. Menanamkan modal;
b. Bekerja sebagai tenaga ahli;
c. Melaksanakan tugas sebagai rohaniawan;
d. Mengikuti pendidikan dan pelatihan;
e. Mengadakan penelitian ilmiah;
f. Menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia;
g. Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap;
h. . Menggabungkan diri dengan orang tua bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan orang tua Warga Negara Indonesia;
i. Menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;
j. Berdasarkan alasan kemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat dan / atau kemanusiaan setelah mendapatkan pertimbangan Menteri;
k. Dalam rangka memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan/atau
l. Wisatawan mancanegara lanjut usia.

 

3. Untuk memperoleh pemberian alih status sebagaimana dimaksud pada point (2) huruf a sampai dengan huruf e, Penjamin harus melampirkan surat rekomendasi dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

4. Permohonan Alih status sebagaimana dimaksud pada point (2) dikecualikan bagi:

a. Pemegang Izin Tinggal Kunjungan berdasarkan Visa Kunjungan Saat Kedatangan atau Bebas Visa Kunjungan; atau
b. Awak Alat Angkut.

 

5. Persyaratan dan tata cara permohonan alih status Izin Tinggal Kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas sama dengan persyaratan dan tata cara permohonan Izin Tinggal Terbatas.

 

 

III. ALIH STATUS IZIN TINGGAL TERBATAS MENJADI IZIN TINGGAL TETAP

 

1. Permohonan alih status Izin Tinggal terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap diajukan oleh Penjamin kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing.

 

2. Orang Asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a. Rohaniawan;
b. Pekerja;
c. Investor;
d. Wisatawan lanjut usia mancanegara;
e. Suami atau istri yang menggabungkan diri dengan istri atau suami pemegang Izin Tinggal Tetap;
f. Anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Tetap; dan
g. Orang Asing eks Warga Negara Indonesia.

 

3. Alih status Izin Tinggal terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point (2) huruf a sampai dengan huruf d diberikan dengan ketentuan Orang Asing yang bersangkutan telah berada di Wilayah Indonesia paling singkat 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak tanggal diberikannya Izin Tinggal Terbatas.

 

4. Untuk memperoleh pemberian alih status bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point (2) huruf a sampai dengan huruf c, Penjamin harus melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan instansi dan/ataulembaga pemerintahan terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

5. Alih status Izin Tinggal terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap juga dapat diberikan kepada :

a. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri Warga Negara Indonesia yang usia perkawinannya telah mencapai paling singkat 2 (dua) tahun;
b. Orang Asing yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu Warga Negara Indonesia; dan
c. Anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia.

 

6. Permohonan alih status Izin Tinggal terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point (5) diajukan oleh ayah dan/atau ibu dari anak berkewarganegaraan asing, atau suami atau isteri yang Warga Negara Indonesia kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan.

 

7. Alih status sebagaimana dimaksud pada point (5) harus memperhatikan aspek kemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat dan/atau kemanusiaan.

 

8. Ketentuan lebih lanjut mengenai prosedur teknis alih status Izin Tinggal kunjungan menjadi Izin Tinggal Terbatas dan alih status Izin Tinggal terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap diatur dengan Peraturan Menteri.

 

9. Persyaratan dan tata cara permohonan alih status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap sama dengan persyaratan dan tata cara permohonan Izin Tinggal Tetap.

 

 

IV. ALIH STATUS IZIN TINGGAL KUNJUNGAN DAN IZIN TINGGAL TERBATAS MENJADI IZIN TINGGAL DINAS.

 

1. Permohonan alih status Izin Tinggal Kunjungan dan Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Dinas diajukan oleh perwakilan diplomatik, perwakilan konsuler, atau organisasi internasional kepada Menteri Luar Negeri atau pejabat yang ditunjuk untuk mendapatkan persetujuan tertulis.

 

2. Menteri Luar Negeri atau pejabat yang ditunjuk menyampaikan persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada point (1) kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk.

 

3. Menteri atau pejabat yang ditunjuk menetapkan keputusan mengenai alih status Izin Tinggal kunjungan atau Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Dinas untuk disampaikan kepada Menteri Luar Negeri.

 

4. Menteri Luar Negeri atau pejabat yang ditunjuk menerbitkan Izin Tinggal dinas dan menyampaikan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk untuk dimasukan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.

 

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai prosedur teknis alih status Izin Tinggal Kunjungan dan Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Dinas diatur dengan Peraturan Menteri Luar Negeri.